Indoleader | Jokowi - Anies Baswedan Kandidat Potensial Pemilu 2014

Indoleader | Jokowi - Anies Baswedan Kandidat Potensial Pemilu 2014

Jokowi, Anies dan Sri Mulyani menduduki peringkat atas 

Jakarta, Indoleader- Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo terpilih sebagai kandidat paling potensial dalam pemilu 2014, menurut sebuah survey baru.

Survei, yang disusun oleh Poll Tracking Institute di Jakarta, mengatakan bahwa Jokowi dipandang baik oleh sebagian besar responden, 78,6 persen.

Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan menjadi terbaik kedua dalam survey dengan 73,2%, diikuti oleh mantan menteri keuangan dan direktur pelaksana World Bank saat ini Sri Mulyani dengan 70,2%.

Poll Tracking mewawancarai 100 pemuka pendapat yang terdiri dari para ahli, analis, akademisi, jurnalis, mahasiswa, aktivis LSM, lembaga survei dan politisi senior antara Agustus dan Oktober untuk survei.

Jokowi, Anies dan Sri Mulyani menduduki peringkat atas termasuk pebisnis Chairul Tandjung, aktivis politik Fadjroel Rachman, politikus PDI-P Puan Maharani dan Pramono Anung, mantan menteri perdagangan Gita Wirjawan dan menteri tenaga kerja dan transmigrasi Muhaimin Iskandar.

Responden diminta untuk memilih dari daftar kandidat potensial antara 35 dan 53 tahun.

Hanta Yuda, direktur eksekutif Poll Tracking Institute mengatakan bahwa survey tersebut dilakukan untuk menghasilkan daftar politikus muda yang bisa dijadikan alternatif untuk menggantikan calon yang sudah memperkenalkan diri untuk maju pada pemilu 2014.

"Jajak pendapat cenderung mengajukan nama-nama politikus yang sudah tua kepada responden, padahal juga ada banyak pemimpin-pemimpin muda potensial yang mampu bersaing di pemilu 2014," kata Hanta hari Minggu lalu.

Hanta mengatakan bahwa Jokowi, 51, dapat mengajukan dirinya sebagai politikus yang berani, berintegritas, kematangan emosi, dan memiliki kemampuan komunikasi yang dibutuhkan untuk maju sebagai presiden.

 

Sumber Berita: Indoleader

"Jokowi memenangkan hati para responden karena dia adalah Man of The Year," katanya.

Gubernur Jakarta terpilih ini dihargai citra bersihnya, kerendahan hati dan telah mengembangkan reputasinya pada dua periode sebagai wali kota di Surakarta, Jawa Tengah, tambah Hanta.

Analis politik Universitas Indonesia, Hamdi Muluk mengatakan bahwa rintangan yang Anies hadapi dalam upaya pemilihan presiden potensial adalah kurangnya pengalaman di dunia kepemerintahan.

"Anies mengumpulkan banyak orang dengan spirit kepemudaannya. Tapi, tidak seperti Jokowi, Anies tetap belum teruji ketika hadir di dunia kepemerintahan," kata Hamdi.

Sri Mulyani, 50, juga mempunya reputasi sebagai seorang profesional dan pelayan publik yang baik, karakter yang sangat dibutuhkan sekalipun kontroversi bailout Bank Century yang menimpanya.

Hamdi mengatakan bahwa para kandidat muda diharapkan mampu menarik minat para pemiluh meskipun tanpa dukungan dari partai politik, seperti dalam kasus Jokowi di pilgub DKI Jakarta.

Partai politik seharusnya mempertimbangkan untuk meminang kandidat populer dan memiliki kridibilitas daripada mencalonkan pemimpin partai mereka, kata Hamdi.

"Partai Demokrat, seumpama, harus membuka pintu untuk nama-nama baru, karena saat ini kekurangan banyak tokoh yang berpengaruh. Partai Nasional Demokrasi, sebagai pendatang baru, juga harus mencalonkan tokoh-tokoh populer jika mereka ingin mendapatkan dukungan publik," katanya. Partai Golkar sudah mendeklarasikan ketua umumnya Aburizal Bakrie, 65, sebagai calon, sementara Gerindra sangat yakin menyalonkan Prabowo Subianto, 60.

Mantan presiden Megawati Soekarno Putri, 65, ketua PDI-P, juga dikabarkan juga memikirkan langkah lain untuk kepresidenan.


Anies Baswedan adalah penggagas gerakan TurunTangan. Gerakan ini mendorong orang baik untuk masuk ke ranah politik. Ayo, ikut turun tangan!

Ikut Turun Tangan